Ahmad MA

Hanya Blog Biasa
Bebmen.com - Berdasarkan data statistik perkembangan internet dan mobile di Indonesia. Dari total populasi 255,5 juta, pengguna internet aktif di Indonesia yakni 28% atau 72,7 juta dari total populasi yang ada. Sedang akun sosial media aktif di Indonesia hanya selisi 700 ribu saja dari pengguna internet aktif, yakni 72 juta dengan penetrasi 28% dari total populasi penduduk Indonesia. Yang sangat mengujutkan dari data statistik yang dikeluarkan beberapa lembaga penelian seperti internet live stats, internet world stats, live internet GSMA intelligence, perkembangan pengguna mobile di Indonesia melebihi total populasi penduduk, yakni sekitar 308,2 juta sedang yang aktif bersosial media di mobile sekitar 62 juta.
“Ada sebuah hal yang menarik, coba cari tau kenapa orang Bugis gemar merusak lingkungan?” ujar seorang teman saat membuka diskusi kecil yang kami lakukan di Kampung Buku (@kampung_buku) beberapa bulan yang lalu. “Yah manuskrip yang orang Bugis sakralkan pun, La Galigo memaparkan demikian, jauh sebelum hutan Kalimantan dibabat habisi oleh orang-orang Bugis perantau di sana, bagaimana dalam manuskrip tersebut sebuah pohon besar, Welenreng yang terletak di muara Sungai Mangkuttu ditebang oleh pangeran kerajaan yakni Sawerigading untuk dijadikan kapal besar menuju Cina bertemu We Cudai sebagaimana yang disarankan We Tenriabeng.” Lanjut teman melengkapi argumen pembukanya tersebut.
Pada Januari 2014 lalu, dalam penyelenggaraan “Community Development Training Program For Afghanistan” seorang peserta yang berasal dari kota Kabul melontarkan pernyataannya pada saya, “saya iri kepadamu, kamu diberikan negara yang kaya akan sumber daya alam, tanahnya subur dan orang-orangnya ramah. Beda sekali dengan negara asalku. di sana, kami selalu mendengarkan ledakan-ledakan bom dan dentuman senjata.” ujar Mahmoodullah Habibi dengan bahasa Inggris yang terbata.
Saat persiapan kegiatan Bom Benang 2014 tanggal 9 oktober di Kampung Buku – CV Dewi, terlihat 4 orang anak yang berusia kisaran 10 – 14 tahun lagi asik bermain bola tepat di depan penyelenggaraan event tahunan Komunitas Perajut Makassar saat itu. Anak-anak yang memainkan olahraga paling populer itu menggunakan sendal-sendalnya sebagai pembatas gawang, sesekali terlihat kendaraan-kendaraan yang hilir mudik di tempat mereka bermain bola seakan menjadi wasit dalam permainan yang mereka mainkan, ketika ada motor / mobil lewat mereka pun berhenti sesaat. Yah lapangan tempat mereka bermain bola sore itu berumputkan aspal.
Beberapa hari ini tulisan di blog hal-hal yang apa yang saya dapat disekitar, dalam kesempatan kali ini saya ingin berbagi seputar blogging, lebih tepatnya Search Engine Optimazation (SEO) yang saya jadikan bahan persentasi kemarin di kelas sharing Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri. Tanggal 07 Oktober 2013 lalu saya pernah penulis mengenai Panduan Lengkap Belajar SEO untuk Pemula di blog ini, nah dalam kesempatan ini saya ingin meneruskan pembahasan SEO tersebut dalam tahap lebih lanjut.
Pria kurus berbaju merah yang memiliki potongan rambut pendek seperti mahasiswa baru itu berhasil memasukan bola ke gawang yang dijaga Sumardi untuk kedua kalinya saat final liga bank mandiri melawan PKT Bontang di Senayan (Minggu, 23 Juli 2000), sontak sorak Bapak, saya dan adik kembali memenuhi ruang tamu ketika masih tinggal di Samarinda dulu. Pria kurus itu Kurniawan yang mencetak gol untuk tim kebanggaan warga Makassar, PSM Makassar. Saat pertandingan final itu PSM Makassar menang dengan skor 3 – 1 dari PKT Bontang, gol yang dicetak PSM dalam pertandangan saat itu yakni lewat Kurniawan (32’, 62’) dan pemain yang menggantikan Miro Baldo Bendo yakni Rachman Usman (55’).
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home