Ahmad MA

Hanya Blog Biasa

Komunitas Berpesta Menyeimbangkan Kota

1 comment
Pada akhir bulan april 2014, tepatnya tanggal dua puluh tujuh. Salah satu penulis Makassar, Nurhady Sirimorok sempat mengupdate akun twitternya @nurhadys dengan status yang membuat saya harus mengklik tombol favorit pada saat itu juga. Ia menulis seperti ini “konflik itu bukan sebuah penyakit, konflik adalah bagian normal dalam hidup. Jadi kita tidak harus hilangkan, tapi dikelola”. Status tersebut ia post saat isu geng motor di Makassar menjadi headline di beberapa media-media cetak dan elektronik nasional.



Memang beberapa tahun terakhir ini Makassar dikenal dengan pemberitaannya yang rusuh, tentang tawuran warga, demo anarkis mahasiswa dan aksi brutal geng motor. Hal tersebut yang menjadikan pikiran konsumen media nasional jadi memandang Makassar dari satu sisi saja, itu terjadi karena tidak berimbangnya pemberitaan antara kekerasan dan kehidupan harmonis masyarakat di Makassar. Tapi masalah mengenai pemberitaan ini adalah sebuah proses dari perkembangan kota, sisa bagaimana elemen-elemen dari kota tersebut mengelolanya.

mahasiswa makassar
hasil pencarian google image dengan kata kunci "mahasiswa makassar"


Berdasarkan apa yang kak Nurhady tuliskan dalam status twitternya, bahwa keseimbangan dalam hidup itu wajib adanya. Ketika kita menjalankan proses keseimbangan itu secara tidak langsung kita sudah memberikan pendidikan kepada jiwa agar selalu sederhana dalam segala hal. Sebagaimana menurut Ibnu Maskawaih, “keseimbangan itu hubungan yang proporsional diantara segala sesuatu”.

Untuk memberikan keseimbangan akan isu-isu negatif yang menyerang Makassar sekiranya peran komunitas-komunitas kreatif di kota daeng adalah salah satu solusi untuk mengelola isu kota. Beberapa hari lalu terjadi diskusi menarik di Kampung Buku, mengingat bahwa pra reformasi geliat komunitas memang banyak lahir di tatanan kampus, hal tersebut terjadi karena saat masa tersebut kampus masih menjadi ruang yang aman untuk menyusun dan memetakan gerakan. Setelah reformasi, komunitas-komunitas atau perkumpulan tersebut berlahan mulai keluar dari lingkup kampus tapi ada juga komunitas yang masih memilih kampus sebagai zona nyaman untuk mereka bergerak. Tapi tidak bisa kita pungkiri, dari kampuslah cikal bakal komunitas itu lahir.

Kini begitu banyak komunitas/perkumpulan di Makassar yang bermunculan, saya merasa hal tersebut disebabkan karena mudahnya informasi saat ini disebar dan didapatkan melalui internet (media sosial). Komunitas di Makassar sendiri terdiri dari berbagai macam ragam, dari beraneka macam ragam tersebut membuat kota ini lebih kaya dengan kegiatan-kegiatan dan gerakan-gerakan dari komunitasnya.

Komunitas di Makassar bersatu berpesta di halaman kota ?

Bukan sebuah hal yang gampang untuk menyatukan kepala dari tiap-tiap komunitas, tapi tidak ada hal yang tidak mungkin ketika usaha itu mau dijalankan. Usaha ini bermula dari bulan september 2013, awalnya teman-teman hanya mengirimkan email pada komunitas-komunitas hingga berlanjut pada diskusi komunitas secara offline. Dan hingga saat ini kegiatan dengan konsep merayakan sebuah pesta komunitas untuk kota yang sebentar lagi akan terwujudkan di tanggal 24 – 25 mei 2014.

IMG_3787

Tercatat 75 Komunitas di Makassar akan berpesta menyeimbangkan kota, dengan mengusung konsep berkumpul, berbagi, bersama!. Dalam kegiatan Pesta Komunitas Makassar 2014 kali ini akan ada kelas kolaborasi komunitas, panggung komunitas, booth-booth komunitas dan masih banyak lagi rangkaian kegiatan yang menarik. Untuk info lebih jelas tentang Pesta komunitas teman-teman bisa baca di sini Komunitas Makassar. Komunitas di Makassar bersiap untuk menyeimbangkan kota.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

1 comment: