Ahmad MA

Hanya Blog Biasa

Lakkang: Wisata di Tengah Kota Makassar

1 comment
Pembangunan Makassar saat ini sangat pesat terlihat, seakan kota ini ingin dijadikan hutan belukar beton. Kendati demikian, masih ada harapan akan sebuah keindahan wisata alami di sebuah kampung tepat di tengah kota Makassar: Lakkang.

Menurut penduduk setempat, kata “Lakkang” berarti ”tidak terpisahkan”. Menurut data yang saya dapatkan dari teman, wilayah seluas 160 hektar ini dulu bernama “Bonto Mallangngere” atau dataran yang tinggi hingga dapat mendengarkan apa yang orang perbincangkan di Makassar.


langit-jingga-lakkang

Saat Jepang menguasai kota Makassar, tentara Jepang menduduki Lakkang dan memberinya nama Delta Tello. Tentara Jepang memilih Lakkang karena kampung itu amat strategis sebagai benteng pertahanan terhadap musuh — selain datarannya tinggi, Lakkang juga dikelilingi Sungai Tello dan Sungai Pampang.

Setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima, tentara Jepang yang menduduki Lakkang mengungsi dan meninggalkan sekitar tujuh bungker. Saat ini tinggal beberapa bungker saja yang dapat kita jumpai di kampung teduh itu. Beberapa bungker sudah ditimbun dan ditutupi bangunan rumah. Sisa bungker yang masih utuh kondisinya sangat memprihatinkan karena tidak terawat.



Untuk mencapai Lakkang, kita bisa melalui Dermaga Kera-kera yang terletak di area kampus Universitas Hasanuddin. Masuk lewat jalan tepat di depan Fakultas Pertanian, di sana ada beberapa perahu rakit bermotor yang akan menyusuri Sungai Tello hingga Lakkang. Anda cukup membayar Rp 2.000-4.000.

Dalam perjalanan ke desa yang “tak terpisahkan” itu, Anda sudah dapat menikmati pemandangan sungai kecoklatan dan jejeran pohon memanjakan mata. Lalu-lintas sungai yang ramai dengan perahu-perahu kecil nan ramping lewat silih berganti di sekitarnya. Sebuah pemandangan yang sangat-sangat jarang kita dapatkan di sebuah kota besar.

Lakkang juga terkenal dengan rimbunnya pepohonan bambu yang menyejukkan mata. Keren juga untuk dijadikan spot foto pranikah. Dan menurut seorang teman, Lakkang adalah tempat alternatif yang baik untuk bersepeda santai.



Di Makassar mungkin kita hanya mengenal Losari sebagai tempat terindah untuk menikmati senja dan matahari terbenam, tapi saat Anda ke Lakkang, coba sisirlah sungai dengan perahu motor untuk menikmati senja yang benar-benar berbeda di Makassar.

Saya pribadi adalah penikmat kopi. Saat berkunjung ke Lakkang, ngopi adalah aktivitas yang tak bisa saya lewatkan. Sore adalah momen yang indah untuk mengeluarkan semua kecamuk dan penat sambil menghirup secangkir kopi hitam di dermaga Lakkang. Pemandangan sungai dan jejeran perahu membuat itu semua makin sempurna.

Telah dimuat di Majalah Saya Magazine dan Supirpete2.com
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

1 comment:

  1. Artikelnya bagus kak, menambah wawasan. Ohiya, kalau bisa link gambarnya diperbaiki ya kak, banyak gambar yang tidak muncul. Salam.

    ReplyDelete