Saya pernah membayangkan bagaimana bila setiap blogger di negeri ini merekam setiap apa yang ada disekitarnya untuk dibagikan ke orang lain, membayangkan blogger di negeri adalah seorang pewarta yang netral tanpa adanya iming-iming komisi untuk memanipulasi berita.
Saat ini informasi yang disajikan oleh media-media komersil sepertinya sudah tidak lagi berdasarkan kepentingan warga, terlihat media-media tersebut seakan sudah menjadi senjata baru sang penguasa untuk mempermainkan isu yang ingin dan tak mereka inginkan. Bila melihat informasi yang disajikan oleh media-media nasional saat ini hampir pemerataan konten sepertinya sangat timpang, berdasarkan statistik penyebaran konten media nasional daerah yang bersumber dari film dokumenter terpenjara di udara menjelaskan bahwa konten yang berhubungan dengan Sulawesi hanya sebesar 5,8%, sedang konten yang berhubungan dengan Jawa sebesar 69,6%.
Saya pernah mendapatkan sebuah statistik blogger Indonesia tahun 2013 di internet itu sekitar 3 juta – 4 juta orang, sedang pewarta media nasional itu hanya sekitar 400.000 – 600.000. Saya hanya membayangkan bila setengah saja dari jumlah blogger Indonesia itu konsisten menulis potensi daerah dan apa-apa yang ada disekelilingnya, mungkin saja pemerataan konten di dunia maya akan berimbang dan merata.
Jurnalisme warga sudah sejak lama diterapkan di Makassar, beberapa teman menginisiasi sebuah situs bersama untuk merekam aktifitas warga yang diberikan oleh warga itu juga. Awalnya ada Panyingkul.com, dari ide dipanyingkul inilah mas Pepih Nugraha membuat Kompasiana. Setelah panyingkul tidak jalan, muncul lagi situs jurnalisme warga yang baru yakni Makassarnolkm.com yang masih terus aktif hingga saat ini. Berawal dari Makassarnolkm.com itulah saya mulai banyak belajar tentang jurnalisme warga serta mulai menyukai metode penulisannya.
Bila ditanya, kenapa saya ngeblog?. Saya ngeblog karena [1]. Ingin belajar lebih jauh mengenai dunia tulis menulis, [2]. Ingin mengarsipkan ingatan-ingatan yang pernah saya dapatkan, [3]. Ingin menjadi bagian pewarta warga yang netral untuk warga itu sendiri. [4]. Sebagai musium hidup yang dapat dinikmati banyak orang.
Di hari blogger nasional tanggal 27 oktober 2014 ini ada sebuah kepercayaan besar kalau suatu saat nanti peran blogger dalam menginformasi potensi dan apa yang ada disekitarnya adalah hal yang sering kita temukan di dunia maya. Selamat Hari Blogger Nasional.
0 comments:
Post a Comment